21 Juni, 2009

Cara Bijak Nabi Jika Istri Bersalah

Sahabat Hamba yang dimuliakan Allah SWT. Akhir-akhir ini jika kita sering melihat berita kriminal di berbagai media entah itu media elektronik maupun cetak..., kita sering dikagetkan dengan terjadinya kasus KDRT yang singkatan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga.., yang sering kali sebagai pelaku utamanya adalah para Bapak.., walaupun ada beberapa yang Ibu-ibu. Artikel ini akan memberikan tips-tips dari Rasulullah untuk menghadapi istri yang bermasalah. Artikel ini sangat cocok bagi para Sahabat Hamba yang sudah berkeluarga untuk mengatur rumah tangga agar menjadi keluarga yang sakinah, ma waddah dan wa rohmah, dan juga bagi para Sahabat Remaja Hamba yang akan segera melaksanakan walimatul ursy atau juga yang belum sebagai bekal kita untuk menempuh hidup baru. Sahabat.., ternyata istri Nabi juga pernah ngambek lho..?!!Meski sikap istrinya kurang ramah, Rasulullah tak pernah marah. Beliau selalu menyikapinya dengan santun dan lembut. Seperti apa itu...?!! Berikt adala teladannya :

  1. CUKUP MENASEHATI

Pernah diceritakan disuatu hadist.., suatu ketika Aisyah pernah melakukan kesalahan. Saat itu pulang dari sebuah lawatan, Rasulullah melihat korden rumahnya diganti oleh Aisyah, yang semula korden polos menjadi korden bergambar. Dalam hati Rasulullah sangat marah ketika melihat itu. Namun apakah dilampiaskan kepada Aisyah.? Ternyata tidak, Beliau tetap bisa mengendalikan diri. Meski rona wajah beliau memerah, beliau tidak serta merta melontarkan kata-kata kasar, memukul, apalagi seperti yang dilakukan sebagaimana pelaku KDRT di tipi-tipi itu. Naudzubillah mindalik tsumma naudzubillah.

Dan dengan tutur kata yang lembut dan tanpa ada kemarahan, Beliau berkata kepada Aisyah, “Wahai Aisyah isteriku, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru ciptaan Allah”. Tutur beliau penuh kelembutan (Muttafaq ‘alaih)

  1. TIDAK MEMUKUL

Pernah suatu ketika, istri beliau kembali melakukan kesalahan. Dengan lembut beliau menasehatinya dengan sikap lemah lembut. Jika ada kesalahan istri yang perlu diberi sanksi, Nabi senantiasa memilih sanksi yang lebih ringan.

Aisyah bercerita, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW membalas kesalahan yang aku lakukan kepada beliau selama tidak melanggar kehormatan Alla SWT. Namun jika sedikit saja aku melakukan kesalahan yang berhubungan dengan kehormatan Allah SWT, Beliau adalah orang yang paling marah karenanya. Dan sekiranya bliau diminta untuk memilih diantara 2 perkara, pastilah beliau memilih yang paling ringan, selama perkara itu tidak menyangkut dosa”. (HR. Al-Bukhori).

  1. SELALU LEMBUT

Ketika berkomunikasi dengan istrinya, Rasulullah SAW tidak pernah melontarkan kata-kata kasar bahkan nada beliau selalu lembut tidak pernah sekalipun berubah menjadi tinggi walaupun sang istri tidak mengerti. Aisyah pernah berkata yang artinya, “Tutur kata Rasulullah sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusundengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkan tutur kata beliau”. (HR. Abu Daud).

Dalam berkata kdang membuat istrinya tidak mengerti. Namun, hal itu tidak membuat baliau berang dengan kepahaman istrinya. Sebaliknya dengan nada pelan dengan penuh kelembutan, beliau tidak segan untuk mengulanginya kembali.

  1. MINTA MAAF LEBIH DAHULU

Siakap lemah lembut lain yang dilakukan oleh Rasulullah kepada istrinya adlah dengan memberikan nama kesayangan. Rasulullah memanggil Aisyah denganYaa Humaira (Wahai yang kemerah-merahan). Selain cara bicara beliau yang penuh kelembutan, dalam bersikap pun beliau sangant lembut. Pernah suatu ketika dikisahkan, Rasulullah pulang larut malam. Beliau pun mengetuk pintu agar dibukakan oleh istrinya, Aisyah. Siapa sangka, ternyata Aisyah tertidur lelap hingga tak mendengar ketukan Rasulullah. Lantas, apakah Rasul marah dan menggedor-gedor pintu..?Tentu tidak. Beliau malah mengambil surban dan menggelarnya diteras rumah. Kemudian beliaumembaringkan badannya hingga adzan shubuh terdengar. Saat itula Aisyah membuka pintu. Alangkah kagetnya Aisyah melihat Rasulullah tidur diteras rumah dan hanya beralaskan surban beliau. “Maafkan aku ya Rasulullah,” ujar Aisyah. Bukanya memarahi Aisyah, beliau malah balik meminta maaf, “Akulah yang seharusnya meminta maaf karena pulang terlarut malam, aku tak ingin membangunkanmu, aku tahu kamu pasti kelelahan sehingga harus beristirahat”. Subhanallah…!!!

Sahabat Hamba yang dimuliakan Allah.., begitulah Cara Bijak Rasulullah jika istri bersalah. Beliau tidak pernah marah, membentak apalagi memukul. Semoga kita para ikhwan sebagai seorang imam keluarga, cara yang diajarkan Rasulullah tadi sangatlah patut untuk kita contoh, agar terwujudnya keluarga Sakinah.., Ma Waddah dan Wa Rahmah yang setiap umat islam idam-idamkan. Dan semoga kita semua diberi kesabaran utntuk menghadapi masalah, amin Allahuma amin

13 Juni, 2009

Wanita

Sahabat yang dimuliakan Allah, ada permintaan dari salah seorang sahabat saya untuk menulis artikel tentang "WANITA". Dan pada kali ini kita sedikit mengupas tentang sosok ciptaan Allah yang kita kenal dengan "WANITA". Coba kita renungkan sejenak sahabat..!!jika Allah tidak menciptakan "WANITA" didunia ini.., pasti kita tidak akan mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu.., beliau yang mengandung kita..,melahirkan kita.., merawat dan membesarkan kita smpai menjadikan kita seperti sekarang ini. Sahabat yang dimuliakan Allah.., mungkin ada bebarapa orang sangat merendahkan kaum wanita.., sebagai contoh di berbagai iklan...,Sekarang ini banyak sekali iklan yang cenderung mengeksploitasi wanita. Yang ditampilkan justru bukan dari bagaimana agar komunikasi dalam iklan tersebut efektif, namun malah cenderung mengeksploitasi kemolekan wanita sebagai modelnya, eksploitasi tidak hanya dari kemolekan tubuh saja, tetapi juga dari segi budaya dan segala yang melekat dan identik dengan wanita. Bahkan ada diantara mereka yang menguasai dan menjebakkan wanita kedalam lembah kenistaan.., sehingga derajat mereka dipandang rendah.

Rasulullah SAW, bersabda “Dunia ini ialah perhiasan dan perhiasan dunia yang paling indah ialah wanita solehah.” (sahih). Sahabat Hamba yang dimuliakan Allah..., banyak sekali hadist yang menceritakan kemuliaan seorang wanita sholehah dibalik kecantikan mereka, tentunya apabila kaum wanita itu mau beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Tetapi di jaman yang serba modern ini sangat sulit untuk menemukan wanita yang benar-benar menjadi wanita sholehah yang kelak menjadi penghuni surga. Tetapi dibalik keganasan era ini ada sebuah pengakuan dan pesan dari Akhwat untuk para Ikhwan. Untuk para Ikhwan renungkanlah pesan para Akhwat berikut ;


1. Kami itu senang diperhatikan, apalagi jika kalian adalah ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, padahal kami belum mampu berhujab secara baik, karena itu tundukanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya, dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya

2. Kami juga senang mendengar kalian berbicara tentang kami, rasanya gimana gitu, karena itu cukupkanlah pembicaraan kalian jika mulai memberi pujian terhadap kami meskipun itu hanya sebuah pujian kecil.

3. kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati akan kalian para ikhwan, ketika kami merasa kalian dapat menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan terisi oleh bayang2 kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami mencurahkan isi hati kami kepada kalian.

4. kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan, tapi maaf…bukan karena apa2 tapi itu karena perhatian yang kami berikan, meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini, terkadang kami lepas kata dan tingkah laku, yang malah menjadikan kami dan kaliam semakin tak mengenal batas, karena itu pertama nasehatilah kami dari azab ALLAH dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.



"Wanita tercipta bukan lah dari tulang ubun-ubun,
sejatinya agar ia tidak menjadi tinggi (hati)

Dia juga tidak tercipta dari tulang tumit kaki,
agar tidak di injak-injak (harga dirinya)

Namun ia tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
didekat hati agar ia dicintai...
dan terletak di dekat tangan,
sejatinya agar ia dilindungi...."


Semoga kita para Ikhwan mendapatkan jodoh seorang Akhwat yang benar-benar bisa menjadi penghibur kita disaat kita sedang gundah.., menjadi pengingat disaat kita sedang lupa.., menjadi obat dahaga ketika kita sedang kehausan.., menjadi penyemangat ketika kita sedang jatuh.., dan menjadi Wanita penghuni surga yang dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT.,

amin Allahuma amin..Hanya kepada Allah lah kita menyerahkan segala urusan duniawi kita..