04 Juli, 2009

4 Kenikmatan Yg hakikatnya Hanya Bisa Dirasakan Oleh 4 Golongan

Hatim Al-Asham Rahimullah mengatakan: "Ada 4 hal yang hakikatnya hanya bisa diketahuioleh 4 golongan yang pernah merasakannya, yaitu:
1. Masa muda yang tidak terasa nikmatnya, kecuali bagi mereka yang sudah tua
2. Keselamatan tidak tersa nikmatnya, kecuali bagi mereka yang terkena musibah
3. Kesehatan badan tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sedang jatuh sakit
4. Hidup ini tak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati.
Abu Nuwas mengatakan dalam syairnya :
"Apabila dosa-dosa ku dihitung, sungguh banyak sekali
Tetapi rahmat Tuhanku lebih luas dari pada dosa ku
Aku tidak mengharapkan apa-apa dari amal baik yang kulakukan
Aku hanya mengharapkan Rahmat Allah,
Dialah Allah, Sang Pemberi nikmat yang telah menciptakan aku
Sesungguhnya aku adalah seorang hamba yang tunduk dan merendahkan diri kepadaNya
Apabila Allah memberikan ampunan, itu adalah rahmat
Jika terjadi sesuatu yang lain, maka aku tak dapat berbuat apa-apa .."

Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang menghendaki agar Allah tidak menghisab amalnya dan tidak pula membeberkannya di hadapan semua makhluk, maka hendaknya ia berdo'a dengan do'a berikut ini setiap selesai melakukan sholat:
"Allahumma inna maghfirotaka arjaa min 'amalii
wa inna rohmataka ausu' min zdambii. Allahumma illam akun an ablugho rohmataka fa rohmatuka ahlun an tablughonii li annaha
wasi'at kulla sya'in yaa arhamar roohimin".

yang artinya:
"Ya Allah.., sesungguhnya ampunanmu lebih aku harapkan dari pada amalku dan sesungguhnya rahmat-Mu lebih luas dari pada banyaknya dosa-dosa ku. Ya Allah..,apabila aku bukan termasuk mereka yang berhak meraih rahmatMu..,maka rahmatMu dapat meraihku..,karena rahmatmu meliputi segala sesuatu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.."


24 Juni, 2009

10 RESEP PENCUCI DOSA & OBAT PENYAKIT HATI

Hasan Basri Rahimahullah berkata : “Pada suatu hari aku mengelilingi lorong sbuah kota Bashrah dan pasarnya bersama seorang pemuda ahli ibadah. Ditengah perjalanan aku bertemu dengan seorang tabib. Dia duduk diatas kursi yang dihadapannya ada banyak orang, baik laki-laki maupun wanita serta anak-anak, yang semuanya membawa botol dan air. Setiap seseorang dari mereka bermaksud meminhta obat yang tepat bagi penyakit yang mereka derita.

Selanjutnya, majulah seorang pemuda yang ahli ibadah itu kepada tabib tersebut, dan lalu ia berkata: “Wahai tabib…,apakah kamu punya ramuan obat yang dapat membersihkan dosa dan mengobati penyakit hati..?!!Tabib itu menjawab: :Punya..!!!”. Pemuda itu berkata lagi:”Tolong berilah aq obat tersebut”.Ambilah 10 resep daiku berikut ini :

1) Ambilah akar pohon kekafiran dan akar pohon ketawadhu’an.

2) Masukkan akar tobat kedalamnya.

3) Masukkan ketiga unsure itu kedalam lesung ridha

4) Tumbuklah sampai halus dengan alu qana’ah.

5) Masukkan semuanya itu kedalam panic taqwa

6) Tuangkan air malu kedalamnya.

7) Didihkan semua itu dengan api mahabbah.

8) Selanjutnya.., tuangkan semuanya itu kedalam mangkuk syukur

9) Dinginkan apa yang ada dalam mangkuk tersebut dengan kipas raja’.

10)Minumlah dengan sendok pujian

Kefakiran dan ketawadu’an diibaratkan sebuah pohon, sebab keduanya merupakan sesuatu yang tinggi (nilainya disisi Allah). Adapun akar berfungsi sebagai factor hidupnya sebuah pohon. Maknanya adalah carilah factor-faktor yang bias menjadikan seseorang mampu menerima kefakiran secara ridho dan mampu bersikap tawadu’. Sebab keduanya amatlah tinggi nilainya disisi Allah. Ibnu Atha’ berkata: “Tawadhu’ akan menjadikan seseorang mudah menerima kebenaran”. Ibnu Abbas berkata: “ Termasuk kategori tawadhu’ adalah seseorang mau minum dari sisa air saudaranya.