17 April, 2009

Kenikmatan dibalik Shodaqoh

Ikhwan/Akhwat yg dimuliakan Allah SWT..., ada salah satu amalan kita yang sangat ringan dan sangat mudah dikerjakan, tetapi kita sering melalaikan.Yap..!!! amalan itu adalah SHODAQOH. Berikut adalah kisah nyata seorang akhwat yang menyaksikan sendiri bagaimana Allah telah membantu hambaNya yang telah menolong saudaranya.
Sebut saja nama Akhwat tersebut adalah Dwi Indarti. karena pengalaman itu sangat berharga baginya maka sehingga dituangkan kedalam tulisan.Semoga kita dapat mempelajari hikmah cerita tersebut.

Sore setelah hujan lebat mengguyur kota Jakarta genangan air dan kemacetan sudah menjadi menu setelah hujan. Aku duduk sendiri didalam mikrolet M10 ke arah pasar senen. Dan Pak sopir masih sabar menunggu penumpang lain. "Kasihaaan..," dalam hatiku didepan UI ini hanya ada satu penumpang yaitu aku. Kalau aku mau jujur rasanya ingin turun saja ganti bus yang lain yang lebih cepat supaya sampai rumah. Terlepas dari kemacetan Sudirman dan Imam Bonjol kesabaranku kembali di uji dengan mikrolet yang sedang ngetem ini. 10 menit, berlalu namun tidak ada penumpang lain yang naik mikrolet ini. aku beristighfar dalam hati mencoba untuk tidak kesal pada pak sopir,ku coba menumbuhkan rasa iba, mungkin laki-laki setengah baya ini belum mendapatkan uang untuk setorannya atau untuk nafkah istri dan anaknya yang sedang menunggu di rumah. Adzan maghrib munkin akan segera berkumandang..,Astaghfirullahhal 'adzim..

Akhirnya setelah kurang lebih 15 menit ngetem.., mikrolet pun mulai jalan. Dan kuperhatikan dari belakang pak sopir menghela napas yang berat. Mikrolet berjalan pelan sekali..,mengharap ada segerombolan orang berlarian untuk naik ke mikroletnya. Sampai di depan masjid ARH UI.., seorang laki-laki menghentikan mikrolet dan disampingnya berdiri seorang wanita berjilbab membawa tongat kayu dan tas. "Pak.., turunkan ibu ini di terminal senen ya..?", kata laki-laki yang ternyata ojek motor. Segera aku sadar ternyata ibu itu seorang tuna netra dan pakaiannya pun kumal, tas yang dibawanya adalah tas plastik hitam. Ku pegang tangannya ketika ibu itu naik. Dan mikrolet pun melaju kembali. Di tempat duduk penumpang si ibu itu merogoh tas nya dan mengambil bungkusan plastik kecil dan ternyata berisi uang. Dia meraba sehelai uang dan bertanya.., "Ini 5 ribuan bukan..?" yang itu pasti di tujukan padaku."Bukan Buk..,itu seribuan..!!" jawabku. Kemudian dia mengambil sehelai uang lagi dan bertanya..,"Jadi ini 2 ribu ya neng..?". "Iya Bu.." jawabku. "Ini sudah sampai mana ya neng, masih jauh g dari pasar senen..?"tanyanya."Belum Buk masih jauh..,ini baru nyampek sentiong..," ulasku. Lalu Ibu Itu mengetuk atap mikrolet dan bilang..,"Saya turun sini saja pak..". Dan pak sopir menghentikan mikroletnya sedekat mungkin dengan trotoar. Si Ibu itu lalu memberikan uang 2 ribu yg diambil dari kntong plastiknya tadi kepada pak sopir, tetapi pak sopir menolak sambil berkata "Simpan saja Bu.." Dan ternyata Si Ibu tidak mau gratisan dan meletakkan uangya di sebelah bangku pak sopir."Mbak..,tolong kasihkan uang ini ke ibu itu.." kata pak sopir memintaku turun dan menyerahkan uang itu. Kuselipkan uang itu ketangan ibu dan lalu cepat-cepat aku naik ke mikrolet sementara pak sopir langsung injak pedal gas.

Kini aku sendiri lagi dan terminal tak jauh lagi. Sesampainya di Unv. YAI mikrolet berhenti lagi, dan Masya Allah..,serombongan orang pun naik mikrolet dan tidak tanggung-tanggung mikrolet langsung penuh. Tak sampai 3 menit aku turun di depan terminal.
Kulanjutkan naik mikrolet lain untuk melanjutkan perjalanan kerumah, dalam perjalanan aku merenung..,Pak sopir tadi bersedekah kepada seorang ibu yang tune netra walaupun dia dalam keadaan yang tidak lapang, dan Allah langsung menggantinya dengan penumpang-penumpang yang lain hingga memenuhi mikroletnya. Padahal jarak YAI dan terminal sangat dekat. Karena hampir setiap hari aku lewat di dareah ini, aku tahu biasanya tidak ada lagi penumpang dan jumlah mikrolet pun sangat banyak, tapi hari itu bukan hari biasa bagiku. Allah telah memberikan pelajaran bagi orang-orang yang mau membuka hati dan pikirannya. Allah telah membalas sedekah Pak sopir kepada Ibu tuna netra itu dengan TUNAI, saat itu juga. Dan Allah membuatku menyaksikannya agar aku lebih tunduk kepadaNya, dan semakin yakin atas pertolongan dan jaminannya jika kita membantu saudara kita yang sedang kesusahan...,Subhanallah

Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah semoga cerita tersebut dapat membuka pikiran dan menyentuh perasaan kita untuk membantu sesama hamba Allah.

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar